Minggu, 20 Juli 2014

sad

deepest condolences for my boss, my manager, my leader. May you find peace and love for the memories you cherish boss...

Kamis, 17 Juli 2014

BRAINDEAD a.k.a DEAD ALIVE (1992)

Entah kenapa saya selalu jatuh cinta dengan film zombie, pokoknya kalo ke tukang kaset saya selalu tanya film zombie, entah filmnya bagus apa ga yang jelas saya udah pernah nonton tuh film zombie. Masih banyak banget film zombie yang saya belum tonton, tapi juga udah banyak nonton film zombie. Salah satunya film Braindead ini, karena pas saya searching di google katanya bagus maka dari itu saya cari ni film, dan susahnya minta ampun. Akhirnya saya nonton streaming di yutup.

WARNING!!! TOO MANY ANNOYING SPOILER!! YANG JIJIKAN, TAKUTAN, SEREMAN, GA USAH LIAT..

Ga tau kata apa yang tepat buat menggambarkan film garapan Peter Jackson ini, sadis konyol lucu menjijikkan gila. Siapa yang menyangka kalo seorang Peter Jackson yang mainanya sekarang adalah film ber-budget raksasa macam Trilogy The Lord of the Ring dan Kingkong, pernah membuat sebuah film horror-gore-comedy-slapstick berbudget minim macam ini bahh...
Ceritanya dimulai dari ditangkapnya seekor kera 'Sumatran Raticus' dari pulau Tengkorak, Sumatra. Lalu sang kera ini dibawa ke kebun binatang di Selandia Baru. 
Sementara itu seorang cowok weirdo cupu yang hidup dibawah kediktaktoran ibunya si Lionel lagi berkencan dengan seorang cewek si Paquita ke kebun binatang itu, karena si emak ga mau anak laki atu-atunya itu jatuh ketangan perempuan mengikuti mereka yang sedang berkencan.
Duh, tapi malang nasib si ibu diktaktor itu, saat lagi asik ngintip tanpa sengaja tangannya di gigit oleh si kera 'Sumatran Raticus' itu. 
Nah loh, si ibu akhirnya mulai sakit dan waktu di priksa sama dokter si ibu di nyatakan meninggal. So, let's the battle begin eheheh... Ternyata eh ternyata kera tadi membawa virus yang aneh yang menyebabkan korban yang di gigitnya mati dan bangkit sebagai zombie. Bersama 5 zombie lainnya termasuk zombie bayi, yang tertular sama si ibu itu di umpetin si Lionel di ruang bawah tanah. What the f gimana pikirannya si Lionel ini, malah ngumpetin zombie bukannya lari??
Dan parahnya sang paman malah membuat pesta di rumah Lionel, nah loh ketauan kan gimana serunya. Zombienya tadi pasti menuruti instingnya donk...

 Ga tau dehh, menurut saya ini film paling keren dari seorang Peter Jackson. Biarpun
film remake The Night Of The Living Dead-nya Tom Savini yang malah duluan di rilsnya ketimbang film ini mempunyai spesial efek yang lebih ciamik dari film ini. But I don't care man, film ini tetep wajib jadi idola para pecinta zombie. Saya coba buat subjektive karena saya bukan kritikus film, cuma pengen bagi aja. Saya suka Peter Jackson, bukan karena memang banyak filmnya yang bagus-bagus tapi ada juga yang jelek, tapi karena orang macam Pak Jackson ini memang layak dapat fans setia macam saya (cieeeehhhh).
Kalo di film 2012 kemarin Peter Jackson banyak mengumbar CGI (bukan mengimbar kemesraan ya...), di film ini Peter Jackson bakal mengumbar banyak darah, daging manusia, dan isi perut (yieekkkssssss).
Kalo menonton film ini, saya ijinkan kalian mengumpat seumpat-umpatnya (bahasa apaan tuh), siapkan saja caci maki umpatan kalian yang terbaik. Asu, bangsat, anjing, taik, jangkrik, bajingan, what the fuck, what the hell, damn it!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Fuck off, ketika kalian berpikir bahwa salah satu adegan dalam film itu adalah klimaks maka kalian salah sangat besaaaarrrrrrrrrr, karena beberapa menit kemudian akan muncul adegan yang lebih edyiaannn lagi. Apa itu sudah klimaks? belum, tunggu sampe Lionel memblender semua zombie dengan pemotong rumput, dan biarpun udah jadi bubur zombie tapi bahkan ususpun masih bisa 'kloget-kloget' cari mangsa. Apa itu sudah klimaks? belum, tunggu saat ibunya Lionel berubah jadi zombie raksasa lengkap dengan tetenya yang super besar hahahaha. Apa itu sudah klimaks? belum,  tunggu sampe Lionel di masukin ke perut ibunya, hahahahahaha.
Zombienya ni macem-macem, ada zombie suster, ada zombie pastur, ada juga zombie bayi. Yep zombie bayi yang lahir karena zombie suster dan zombie pastur ML. Yang bener-bener lucu pas Lionel bawa zombie bayi ke taman, it's so fucking stupid man hahahahahahaha.
It's not about pelecehan dan segala macam-macamnya, ini film what do expect dudes? just sit down and enjoy the fucking show.
Satu lagi yang bikin saya heran, kenapa mahkluk-mahkluk aneh-aneh datangnya selalu dari Indonesia, kesannya kalo kalian pengen cari something absurd ya ke Indonesia aja. Misalnya nih, Kingkong dari Sumatra, anakonda dari Kalimantan, kelelawar raksasa dari kalimantan, ikan ganas dari Kalimantan, prncipta lumpur panas dari Indonesia (wooppss sori) hahahaha. Penggambaran Sumatra disini juga ngawur banget, padang tandus dan gersang dengan suku primitif yang kemana-mana bawa tombak. But this is movie, what do yo expect?
Ini film wajib di tonton, searching aja di yutup yahh..
 
 
Lupyu

Jumat, 11 Juli 2014

REC 2

Film ini adalah lanjutan dari REC (2007). Biasanya sekuel dari sebuah film tidak akan sesukses film pendahulunya buat menjadi double kalo itu film horror. Tapi pengecualian untuk film ini. Bersetting 15 menit setelah kejadian di apartemen pada REC film ini menceritakan tentang para tentara atau polisi yang di tugaskan untuk mengawal seorang petugas dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui virus apa yang ada dalam apartemen itu. Para Tentara itu tidak tau apa yang sedang mereka hadapi (huahahaha). Berbeda dari seri sebelumnya yang pada 30 menit pertama digunakan sang sutradara untuk pengenalan tokoh dan pendalaman karakter, di seri ini Jaume Balaguero dan Paco Plaza langsung menyuguhkan ketegangan ketika tim tentara itu masuk ke dalam apartemen.


Ditengah cerita ada sub-plot dimana 3 orang bocah yang penasaran dengan apa yang terjadi di apartemen itu mencoba untuk masuk melalui saluran air tapi ternyata polisi mengikuti dan menutupi saluran air. Ketiga bocah itu bertemu dengan seorang petugas dan laki-laki penghuni apartemen yang mencari anak dan istrinya. Kedua kelompok itu akhirnya bertemu dan berpetualang bersama.
Satu persatu kelompok tersebut tereliminasi satu persatu sampe akhirnya menyisakan beberapa orang tentara dan petugas dinas kesehatan tersebut. Setelah akhirnya di paksa untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, petugas dinas kesehatan tersebut ternyata adalah seorang pastur yang di utus oleh Vatikan untuk menyelidiki kasus ini.
Sang pastur ditugaskan untuk mengambil darah murni pembawa iblis yang pertama, namun ternyata gagal.

Kalau sodara-sodaraku sekalian sudah menyaksikan film pertama dari seri ini kalian pasti mengira bahwa tidak ada survivor dari seri pertama, tapi jangan salah sang sutradara jelas sudah memperhitungkan setiap detail dari filmnya, akan ada kejutan pada ending dari film ini.
Balaguero dan Plaza jelas sukses menjaga tensi ketegangan dalam film ini, penonton seakan tidak dibiarkan bernafas lega agak lama. Meski dengan bumbu yang sama namun ada sedikit perubahan dalam sudut pengambilan gambarnya. Jika dalam seri pertama pandangan kita hanya sebatas kamera Pablo, makan dalam film ini akan ada banyak kamera yang digunakan, jadi sudut pandang kita lebih luas.
Film yang jenius menurut saya, karena kebanyakan film zombie kegagalan science akan menjadi penyebab utama, tapi disini sutradara lebih memilih tema supranatural.
Film ini wajib di tonton buat para pecinta horror..

Lopyu

Senin, 23 Juni 2014

V/H/S 2

Ini film kedua yang saya copy dari warnet (I know this is illegal, but what the f**k dude, everybody do the same). Telat sih nontonnya karena film ini sudah ada sejak pertengahan 2013. Saya ga nonton di film pertama jadi mungkin i'm gonna lil bit confuse, but no. Film ini punya cerita sendiri yang beda dari yang sebelumnya yang membuat sama cuma konsepnya saja.




Sebagai seorang penggila film horror, tidak ada yang lebih indah dari mendapatkan beberapa sub-genre film dalam satu film ( ya maksudnya gitu lah). Semua campur dalam film ini, hantu, alien, gore dan zombie (this is my favorite part). Berasa beli minuman you c 1000 di indomart beli 2 dapet 1 (behahahaha).

Sebenernya temen-temen saya heran sama saya kenapa saya suka banget sama film horor? Dont ask why, karena cuma orang yang hidupnya flat yang ga suka film horor. Kapan lagi kita bisa liat setan (kecuali kalian turunannya ki Joko Bodo) bisa liat adegan pembunuhan mutilasi secara detail kalo bukan cuma di film? We can't find this kinda experience in the real world. Film horor tu nagih berohh, kaya tetangga saya ketagihan tempe goreng warung mbak fitri. Dan nonton film horor tuh ada hikmahnya, bahwa dunia kita sekrang ini jauh lebih indah dari dunia yang baru saja kita tonton. Saya justru ga habis pikir sama orang yang sukanya nonton film sedih, how come? gitu loh mereka nangis nonton film yang katanya menguras emosi.

Satu tips dari saya kalo kalian mau nonton film horor, lupakan plot, penggalian karakter, dan saudara-saudaranya. Karena semakin ga masuk akal maka semakin nikmat filmnya. Just sit down and enjoy the fuckin show...



So, di difilm ini konsepnya ga jauh beda sama pendahulunya (saya baca di google) mengajak kita menonton rekaman-rekaman kaset yang sudah pasti bukan untuk konsumsi anak-anak dan orang bepenyakit jantung. 

Cerita utamanya (judulnya Tape 49), menceritakan sepasang dektektif yang menyelidiki hilangnya seorang mahasiswa. Mereka menyelidiki langsung ke kosan si mahasiswa tersebut yang keliatannya kosong. Sebagai detektif Larry dan Ayesha tentu saja ga kenal takut. Di dalam rumah tersebut mereka menemukan tumpukan kaset video, laptop, dan beberapa televisi, sementara Larry keliling rumah Ayesha yang penasaran menonton kaset-kaset itu.



Video pertama berjudul Phase 1 Clinical Trial ceritanya tentang seorang pria yang baru aja operasi mata dan sekarang matanya adalah mata robot dan dengan tujuan pengembangan lebih lanjut matanya bisa ngerekam apa saja yang dilihat (kayanya sih keren abis). Tapi ternyata mata tersebut bisa melihat makhluk-makhluk beda alam. Menurut saya ini segmen yang paling ga banget, ide ceritanya buat para penyuka film horor pasti sudah familiar (The Eye, anyone please?). Trus juga terlalu mengandalkan jump scare, misalnya: ada suara di pintu (kamera menyorot ke pintu) trus kamera balik arah dan jrengg.....jrengg....jrengg... setan nonggol di belakang kita.




 so, ceritanya terlalu dibuat-buat menurut saya, iya sih canggih mata bionic tapi ya segitu canggihnya ya sampe bisa ngerekam suara juga? Alih-alih di hancurkan biar ga bisa liat setan lagi, kenapa ga di tutup aja macam Jack Sparrow gitu dehh...

Ayesha kayanya udah mulai terpengaruh situasi setelah nonton film pertama, karena masih penasaran nontonlah dia film kedua judulnya A Ride in The Park. This is gonna be my favorite part..



segmen ini di sutradarai oleh duo The Blair Witch Project ( woohoo kebayang serunya film ini). Segmen ini bercerita tentang seorang cowok yang lagi sepedaan di taman trus pakai kamera di helm-nya. Trus dia ketemu sama cewek yang terluka karena digigit oleh....................Zombie!!!!!!!!
Dan si cowok itu juga jadi zombie. Ini cerita yang paling menarik, karena sudut pandang kita adalah seorang zombie, bukan orang yang dikejar sama zombie. Setelah menyerang teman-temanya sekumpulan zombie ini menyerang sebuah pesta ulang tahun.
Endingnya cukup mencengangkan, karena para zombie ini akhirnya menemukan kesadaran manusiawinya.

Si Ayesha tiba-tiba mimisan dan migrain, Larry lalu ke apotek untuk beli obat. Sembari Larry keluar Ayesha nonton satu film lagi... judulnya Safe Haven



Familiar dengan aktor satu ini? yep your eyes still normal, ini adalah Epy Kusnandar sang Ayah. Jadi segemen ini adalah karya anak dalam negri yang dibilang cukup fantastic mengusung konsep gore yang baru di perfilman Indonesia. Film garapan Gareth Evans dan Timo Tjahjanto adalah segemen terkuat dalam film ini yang juga segmen terpanjang. Di bintangi oleh Fachry Albar, Oka Antara, Epy Kusnandar dan Hanna Al-Rashid, Wow.  Durasi 40 menit berhasil di eksekusi dengan apik oleh sutradara Indonesia ini. Segmen ini bercerita tentang 4 orang crew TV yang ingin mewawancarai seorang pemimpin sekte sesat di markasnya.  Ceritanya berjalan lambat, sembari membangun karakter sang tokoh yang disturbing bingit. 


Setelah pengenalan yang lumayan lama, then it's time to break the f**k up everything. "Waktunya sudah tiba" kata sang ayah. Dan kru TV itu terjebak dalam kegilaan- kegilaan yang mengerikan, seluruh anggota sekte itu bunuh diri. Dan dalam menit-menit selanjutnya lebih gila lagi, muncul makhluk-makhluk aneh, yang mati lalu bangkit lagi jadi zombie. It's really fantastic!!

Larry yang pulang dari apotek menemukan Ayesha yang sudah pingsan. Ga tau deh karena udah pusing banget apa karena saking takutnya. Karena penasaran Larry ikut nonton segmen yang terakhir.

Setelah semua energi tumpah ruah dalam segmen ketiga tadi, sulit rasanya mengikuti segmen terakhir yang berjudul Slumber Party Alien Abduction. Dari judulnya mungkin udah ketebak apa konsep dari segmen ini. What's make this difference adalah kameranya yang di pasang di anjing, unik sih. Tapi ceritanya tergolong standar. 



Sekelompok anak-anak yang lagi holidey di villa di culik satu persatu oleh alien. Dari segi gambar kurang bingit, dari segi suara lumayan. Apalagi ada dialog khas anak-anak ababil amerike getoh. Apalagi suara alien datang lumayan bagus, adegan kejar-kejaran yang chaos bingit, suara jeritan, teriakan, ledakan, gonggongan tumpah ruah jadi satu. Not really bad at all anyway.

Jadi si Larry kasian kebagian nonton yang biasa aje, muahahahaha. Setelah nonton segmen yang terakhir inilah Larry tau kalo mereka dirumah ga sendirian. Mahasiswa yang mereka cari ternyata masih di dalam rumah. Ending film ini yang mungkin pengen nakut-nakutin penonton jadi agak lumayan gagal. Karena setelah Safe Haven yang really fantastic tadi sisa film-nya jadi kehilangan energi.

Tapi pada intinya film ini saya rekomen buat kalian para penikmat horor. 
So, just enjoy the scene, enjoy the blood, enjoy the scare.


Lupyu

Minggu, 22 Juni 2014

PARANORMAL ACTIVITY: THE MARKED ONES

Kemarin malem minggu iseng-iseng saya ke warnet Platinum yang ada di Jakal jogja ga internetan sih cuma mau ngopi film. Trus saya nemu film Paranormal Activity: The Marked Ones. Jadi deh malem mingguan nonton film aja di rumah. Karena awal-awalnya agak ga dong sama jalan ceritanya akhirnya saya gugling sinopsis ceritanya. Film ini sebenarnya bukan film utama tapi cuma spin-off semacam film pedamping gitu, jadi ini bukan film utama karena film utamanya baru dirilis sekitar bulan oktober. Tapi di dalam film ini dimasukin unsur-unsur dari film paranormal activity sebelumnya. Cuma ya gitu dehh maksa bingit.






Kalo di bandingkan dengan pendahulunya film ini bisa dibilang berbeda energi, ya memang itu yang mau di berikan oleh sang sutradara Christoper Landon. Paranormal Activity 1-4 memakai kamera statis atau kamera cctv sebagai penceritanya, kalo film ini tehniknya pake kamera handled jadi kameranya di bawa-bawa sama pemainya. Ekspetasi saya ya mungkin ga akan seboring seri sebelumnya (kalo udah nonton pasti tau gimana boringnya). Oke memang sesuai ekspetasi saya film ini lumayan ga bikin boring, tapi bukan berarti juga bagus ya. Saya tuh heran mulai dari seri yang kedua dan seterusnya film ini selalu dapat kritik negatif dari kritikus movie tapi kenapa selalu meraup untung yang besar dan disukai banyak orang (cuma sutradara dan Tuhan yang tau).





Ceritanya tuh tentang sekumpulan anak-anak latin Oscar, Hector dan Jesse yang tinggal di California yang punya tetangga yang agak aneh namanya Anna yang mereka curigai sebagai seorang penyihir. Suatu hari Anna mati dibunuh dan polisi mencurigai kalo pelakunya adalah Oscar. Karena penasaran Hector dan Jesse menyelidiki apartemen Anna dan mengajak saudara mereka Marisol. Keanehan muncul ketika tangan Jesse digigit oleh sesuatu, dan Jesse mulai sering merasakan ada yang aneh pada dirinya. Lama kelamaan hantu yang mengikuti Jesse mulai sering merasuki dan membuat Jesse semakin ganas ( macan keleus ). Mereka menemukan ruangan aneh di bawah kamar Anna dan menemukan kaset lama tentang Katie dan Christie (tokoh utama paranormal activity) dan foto ibunya bersama Anna.





Karena Jesse makin parah, teman-temanya mencari bantuan pada Ali Rey (yang selamat di Paranormal Activity 2). Ali Rey lali memberi alamat yang ternyata tempat ritual pada paranormal activity 3. Disana mereka di serang oleh Jesse yang sudah kerasukan setan. Karena Jesse dibawa kabur sama setan dan mereka tidak bisa menyelamatkan Jesse, akhirnya Hector mengajak Arturo kakak Oscar dan teman mereka untuk menyelamatkan Jesse. Tapi setan itu adalah setan yang tangguh (bukan pejantan aja lho yang tangguh) dan setelah pertarungan yang sengit (cieehhh) hanya Hector yang selamat dan terlempar ke gerbang rumah Katie dan Micah (setting paranormal activity 1) Hector terbunuh an itulah ending dari film Paranormal Activity : The Marked Ones.





Bagaimanapun Landon memberikan nuansa baru di Paranormal Activity dengan film spin-off ini, tetap ga merubah kesan saya dengan film ini. Meski memasukkan beberapa unsur dari seri sebelumnya sebagai korelasi tapi kesan "maksa bingit" tetap ga berubah. 
Tapi sebagai film akhir pekan, its really not bad at all. So enjoy the show.



lupyu

Selasa, 17 Juni 2014

APLIKASI SMARTPHONE BUAT PARA TRAVELLOVERS

Kali ini saya akan coba buat share beberapa aplikasi smartphone yang pastinya (smoga saja) useful selama traveling.

SKYSCANNER

kalo mo donlod nih klik
 

aplikasi ini berguna banget selama kita traveling ke tempat yang jauh-jauh gitu. Jadi kita bisa kebantu banget buat ngeliat jadwal penerbangan. Yang paling cihuiiyy dari aplikasi ini adalah aplikasi ini bisa membandingkan harga tiket dari beberapa maskapai. Tinggal klik langsung pesan....

TRIPADVISOR

kalo mo donlod klik disini

Aplikasi ini buat cari hotel motel hostel dan saudara-saudaranya bisa sekalian pesan disini juga karena harganya juga beda kalo kita langsung pesen on the spot. Aplikasi ini juga bisa bantu kita cari tempat makan dan tempat wisata yang di rekomen sama pengguna lain. 

WAZE

kalo mau donlod klik disini



Aplikasi ini semacam gps penunjuk jalan gitu, kita bisa dapet informasi kemacetan jalan dari aplikasi ini bisa tau juga jalan alternatif. Tapi terkadang infonya ga on time. Tapi aplikasi ini wajib punya biar ga nyasar di antah berantah


EXPENSIFY


kalo mo donlod klik disini

 Aplikasi ini gunanya buat ngitung2 pengeluaran kita selama holiday, biar ga boros dan tau berapa duit yang dibutuhkan sekali liburan, bisa juga kita share ke teman-teman yang lain siapa tau bermanfaat. Tapi kalo mau pake aplikasi ini harus buat akun dulu dan jangan lupa paswordnya

GOOGLE MAPS

kalo mau donlod klik disini
 Kalo ini kayanya ga usah di jelasin lagi gunanya deh ya. Pokoknya ini mah aplikasi wajib punya biar ga traveling juga

URBANSPOON

kalo mau donlod klik disini
So, karena saya obsessed dengan makanan, jadi kemanpun kaki saya melangkah pasti cari makanan khas disitu. Dan aplikasi ini sangat membantu karena aplikasi ini membantu kita tahu makanan khas daerah-daerah yang sedang kita kunjungi. Lokasi restaurant, harga, dan deskripsi makanan ada disini, cuma ga ada jam buka restaurantnya.

PHOTOBUCKET

kalo mo donlod klik disini
Last but not least adalah jengg...jeng...jengg back up photo. Harus wajib kudu, kalo habis poto-poto cari hotspot gratis trus langsung back up semua poto hasil jepretan kita selama holiday. Ga mau kan habis liburan poto-poto hebohhh ehh taunya handphone bermasalah trus poto ilang semua (rasanya itu galau banget segalau dimention sama mantan pacar di twitter. NGOK)


So, this is it beberapa aplikasi yang wajib ada di smartphone kita selama holiday. Happy holiday para pans-pans kuh



lope you

Jumat, 06 Juni 2014

[REC] (2007)

Pertama kali saya tau film ini tahun 2011 waktu saya coba-coba googling tentang film zombie. Dan jreng...jreng...jreng... film ini jadi yang paling banyak di rekomendasikan. Jadi dengan rasa ingin tahu saya yang besar kaya lagi ngepoin pacarnya mantan pacar saya yang ternyata ga lebih cantik dari saya (huakakakakakaka) jadilah saya nonton film ini streaming pake youtube (maklum juragan kuota). So lets cekibrot

FIlm horor found-footage Spanyol ini sukses berat masberohh, saking suksesnys hollywood sampe me-remake film ini judulnya Quarantine. Nonton film ini kalian bakal ngerasa double excitement yang pasti. Deg-degannya TBWP di gabungin sama sadisnya aksi pembantaian Cannibal Holocaust. OOHHHYEEEAAHHH!!! This is it kebayangkan serunya. Penonton akan dibawa merasakan setiap adegan yang terjadi kaya nyata bingit terjadi di depan mata kita.
Ceritanya dimulai ketika reporter Angela Vidal (Manuela Velasco) dan sang kameramen Pablo (Pablo Rosso) meliput kegiatan pemadam kebakaran di malam hari. Sirine panggilan berbunyi, sekelompok tim pemadam kebakaran dan Angela serta sang kameramen berangkat ke sebuah apartemen untuk menyelamatkan seorang wanita tua yang terjebak di apartemennya. Siapa yang menyangka malam itu akan jadi malam yang tak terlupakan untuk mereka semua. Satu persatu mulai terinveksi virus dan saling kejar mengejar.

Ceritanya mungkin ga se-complicated The Walking Dead dan efek visualnya jelas ga sekeren World War Z. BUT, jangan salah jangan worry jangan kuatir ya anak-anak tercinta. Film ini pantas dikatakan sebagai film zombie terbaik. Banyak adegan-adegan unpredictable yang bakal bikin jantung terpaksa berolah raga ekstra.


Salah satunya waktu mereka ngeliat loteng rumah pake kamera, ujug-ujug mak bedunduk tiba-tiba (bdadam cesss) ada yang nongol di kamera (woohooo). Atau waktu Angela dan Pablo keliling di penthouse dengan keadaan gelap gulita dan bertemu dengan seonggok mayat hidup. Kita bakal nyuruh-nyuruh si Angela buat cepet-cepet keluar dan berharap selamat. Kalo kalian penikmat film zombie, so this one is must be in your must watch film list. Ga bakal kecewa dehh, asli.


Cupcup wawwaw



The Blair Witch Project

Belakangan ini saya lagi seneng nonton film jadul getohh
Nah, kali ini saya pengen share film horor tahun 1999, judulnya The Blair Witch Project (TBWP). Film horor jadul ini garapan Daniel Myrick dan Eduardo Sanchez. Dengan budget yang kurang dari 1jt Dollar Amerika film ini sukses mendapatkan pemasukan hampir 250jt Dollar Amerika. Demi londry kiloan yang ada di muka bumi ini, it is HUWAOOWWWW!!!!!! Keren gilak, ga salah kalo folm ini termasuk film horor terlaris sepanjang masa.





Okebroh, kita mulai dari cerita. Film ini berkisah tentang 3 orang filmmaker muda yang ingin membuat film dokumenter tentang legenda penyihir yang dikenal dengan nama Blair Witch di Burkittsville, Maryland. Pemuda ini adalah Heather Donahue, Michael C. Williams dan Joshua Leonard, dan setelah berapa lama mereka camping di hutan itu gangguan-gangguan mulai muncul.

Jangan harap kalian akan menemukan setan narsis yang tiba-tiba eksis di depan kamera, tenang aja setannya ga akan di eksploitasi disini. Ga kaya film horor Indonesia yang sukanya mengeksploitasi setan berlebihan, kan kasian mereka udah jelek di eksploitasi lagi (jadi keliatan bego banget). Karena ketidak-adaan setan di film ini justru film ini jadi lebih "Natural". Penonton kaya yang mengalami gangguan-gangguan gitu deh. Brasa kita juga ikut ekspedisi mreka deh pokoknya. That's the beauty of it!


Film ini memang bukan yang pertama menggunakan teknik pengambilan gambar "found-footage" atau "shaky camera" atau kameranya yang pegang pemain sendiri, tapi lewat film ini found-footage langsung populer (sepopuler saya di kampung). Selama film kita juga akan merasakan ketegangan 3 orang mahasiswa tersebut, gimana paniknya, gimana takutnya.


Film mockumenter ini sukses bikin banyak orang percaya kalo ini bener-bener asli ga dibuat-buat. Mungkin sekarang banyak film mockumenter kaya begini macam Paranormal Activity, [REC], Keramat. Jadi kalo sekarang baru nonton film ini kesannya udah ga fresh. Eitsss tapi jangan underestimate film ini. This one is the best one i ever watch!!

cupcup wawwaw

CANNIBAL HOLOCAUST (1980)

WARNING!!! BANYAK SPOILER YANG UGHLAALAA

Dari judulnya sebenernya udah ketebak ni film yang begimane, cuma embel-embel tulisan dibawahnya itu yang bikin penasaran " The Most Controversial Movie Ever Made". Saya sebenernya pernah nonton film ini waktu jam SMP kalo ga salah, tapi cuma sekelebat aja, soalnya dikirain film porno jadi deh ga jadi liat ni pilem. Waktu dulu juga belom ngerti film apaan nie. Trus baru belakangan ini waktu saya sedang berselancar di internet nemu pilem ini lagi, trus saya ubek-ubek di gugel buat cari tahu film ini.





Ceritanya tentang tim ekspedisi yang di pimpin Harold (Robert Kerman) melakukan pencarian kru TV yang beranggotakan  Alan (Gabriel Yorke) sebagai sutradara Faye (Francesca Giardi) pacarnya Alan sekaligus scripwriter dan dua kameramen Jack (Perry Pirkanen) dan Mark (Luca Giorgio Barbareschi) hilang waktu melakukan dokumentasi tentang suku kanibal di hutan Amazon. Harold dan tim-nya menemukan titik terang kalo kru TV itu tenyata ga ilang, tapi di bantai sama suku kanibal. But WHY? WHY? apa karena "hmmm lumayan ada daging lezat datang sendiri." WHY?????
Itu karena mereka dengan semena-mena memperkosa seorang wanita dari suku kanibal dan parahnya itu istri kepala suku (yaiyalah loe di embat gile aja loe).
Storyline-nya gitu doank kok, film ini ga gitu mengedepankan cerita.


Buat pecinta film gore disturbing macam SAW (lumayan keren), Texas Chainsaw (lumayan seru) dan film-film gore jaman sekarang, kalo kalian nonton film ini bakal berasa nonton filmnya Dono Kasino Indro (hahahahaha). Dengan efek dan make up yang bikin keliatan pemain-pemainya jadi konyol. Beda lagi kalo nontonya taun 80an atau 90an gitu, efeknya bakal keliatan kisck-ass beudh. That's why waktu sehabis premier film ini sang sutradara Rugerro Deodato di tangkep pak polisi karena dikira ngebunuh para pemain filmnya itu (settttdahhh). Padahal ni para pemainya itu dikontrak supaya ga muncul ke publik dulu kira-kira setelah 1 tahun filmnya dirilis (wokwokwokwok).





Nahlohh ya kan, spoilernya aja serem. Apalagi pas jaman semono, orang juga bakal ngira ini tu asli dibunuh disiksa dimakan. Sadis banget adegan bloody-gore nya. Kok bisa ya para kru jaman taun 70an bisa bikin body latex asli kaya human body, waktu dulu ni pilem pasti udah keren gila. Kalo sekarang mungkin udah biasa sih ya..
Saya ga akan kasih banyak spoiler, silahkan dinikamti filmnya dengan relung hati terdalam, dirasakan dan dihayati.


cupcup wawwaw




Sekelebat Tentang Saya

Saya adalah Francesca Mariana Ulfa, you can call me Mariana. Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan garment yang bisa dibilang cukup besar. Saya adalah seorang Assistant Manager, jadi ya kira-kira saya punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu luang (lohh...???) di kantor, kalo si bos tidak dengan semena-mena menyuruh saya ini dan itu. Well, saya asli wong jowo, cuma kenapa mata saya agak sipit? Saya tidak tau, coba bertanya pada rumput yang bergoyang oohhh..hoo...hohoho..hohooooo.
I am beautiful, I am flawless, I am cute, and I am sexy. YESSS!!! It is me hahahaha.
Saya suka makan, suka tidur, suka bersantai, suka bermalas-malasan, tidak suka berolah raga, dan terobsesi kurus. YESSS!!! it is me! Cita-cita saya sesederhana hidup saya (cieeehh...) yaitu berkeliling dunia tanpa batasan waktu dan uang. Saya selalu iri kalo liat orang yang bisa traveling bertahun-tahun lamanya, kerjanya apa ya tu orang kok kagak kehabisan duit apa dicariin emak babenya gitu?
Saya suka film fiksi, horor, zombie dan gore (gore? ya gore, bukan gore...rila ya). I am a cute girl but i like
Seorang gadis yang sedang berusaha menjadi wanita kuat, seorang pemimpi yang mempunyai banyak sekali imajinasi, tetapi bingung cara menyampaikannya, seorang pecinta zombie, movieholic yang terobsesi dengan semua jenis film bloody-gory, slasher, massacre, dan semua genre film thriller, horror, dan eksyen. Seorang sekertaris yang hobi piknik dan ngopi. Mencoba menikmati setiap hembusan nafas dan berharap bisa bernafas didalam air. Seorang jomblowati yang sangat terobsesi dengan Liam Hemsworth, dan berharap suatu saat nanti Liam akan menyadari bahwa cinta saya untuknya memang sangat besar (hahahahaha). And least, I'm a sun-kissed skin girl with a heart of wanderer, trying to figure out about the world.
In here, in this blog, i'm gonna share eperitink..tink..tink..
So cekibroottt and enjoyy..


Pipis, lop, and gawul
Mariana (cupcup wawaw)