Jumat, 11 Juli 2014

REC 2

Film ini adalah lanjutan dari REC (2007). Biasanya sekuel dari sebuah film tidak akan sesukses film pendahulunya buat menjadi double kalo itu film horror. Tapi pengecualian untuk film ini. Bersetting 15 menit setelah kejadian di apartemen pada REC film ini menceritakan tentang para tentara atau polisi yang di tugaskan untuk mengawal seorang petugas dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui virus apa yang ada dalam apartemen itu. Para Tentara itu tidak tau apa yang sedang mereka hadapi (huahahaha). Berbeda dari seri sebelumnya yang pada 30 menit pertama digunakan sang sutradara untuk pengenalan tokoh dan pendalaman karakter, di seri ini Jaume Balaguero dan Paco Plaza langsung menyuguhkan ketegangan ketika tim tentara itu masuk ke dalam apartemen.


Ditengah cerita ada sub-plot dimana 3 orang bocah yang penasaran dengan apa yang terjadi di apartemen itu mencoba untuk masuk melalui saluran air tapi ternyata polisi mengikuti dan menutupi saluran air. Ketiga bocah itu bertemu dengan seorang petugas dan laki-laki penghuni apartemen yang mencari anak dan istrinya. Kedua kelompok itu akhirnya bertemu dan berpetualang bersama.
Satu persatu kelompok tersebut tereliminasi satu persatu sampe akhirnya menyisakan beberapa orang tentara dan petugas dinas kesehatan tersebut. Setelah akhirnya di paksa untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, petugas dinas kesehatan tersebut ternyata adalah seorang pastur yang di utus oleh Vatikan untuk menyelidiki kasus ini.
Sang pastur ditugaskan untuk mengambil darah murni pembawa iblis yang pertama, namun ternyata gagal.

Kalau sodara-sodaraku sekalian sudah menyaksikan film pertama dari seri ini kalian pasti mengira bahwa tidak ada survivor dari seri pertama, tapi jangan salah sang sutradara jelas sudah memperhitungkan setiap detail dari filmnya, akan ada kejutan pada ending dari film ini.
Balaguero dan Plaza jelas sukses menjaga tensi ketegangan dalam film ini, penonton seakan tidak dibiarkan bernafas lega agak lama. Meski dengan bumbu yang sama namun ada sedikit perubahan dalam sudut pengambilan gambarnya. Jika dalam seri pertama pandangan kita hanya sebatas kamera Pablo, makan dalam film ini akan ada banyak kamera yang digunakan, jadi sudut pandang kita lebih luas.
Film yang jenius menurut saya, karena kebanyakan film zombie kegagalan science akan menjadi penyebab utama, tapi disini sutradara lebih memilih tema supranatural.
Film ini wajib di tonton buat para pecinta horror..

Lopyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar